Selasa, 22 Juli 2008

BIOLOGI IKAN GABUS (Channa striatus Bl.)

Oleh : Chaidir P. Pulungan

Pendahuluan
Ikan gabus tergolong sebagai ikan air tawar yang bernilai ekonomi. Jenis ikan gabus ini selalu diperdagangkan dalam keadaan segar sebagai ikan yang sudah mati maupun yang masih hidup di pasar ikan di kota maupun di pasar desa pada hari pekan. Akan tetapi ada kalanya ada juga yang diperdagangkan sudah menjadi ikan asin. Ikan ini sangat digemari masyarakat karena rasa dagingnya yang lezat maupun gurih.
Walaupun tekanan ekologis terhadap lahan rawa-rawa di daerah Riau sangat tinggi sehingga dapat mengganggu tempat bereproduksi ikan gabus ini, akan tetapi mereka masih dapat melakukan pemijahan di anak-anak sungai yang masih diliputi oleh vegetasi air. Di daerah Riau spesies ikan gabus ini dapat dijumpai di perairan sungai dan anak sungai, danau (oxbow), waduk, suak, tasik, kanal, saluran irigasi, genangan air dan sawah.
Diskripsi dan klasifikasi
Bentuk tubuh ikan memanjang, permukaan tubuh dan kepala ditutupi oleh sisik tebal dan permukaannya kasar. Sirip punggung panjang yang dasarnya mencapai pangkal ekor, permulaan sirip ini di atas atau sedikit di belakang sisip dada. Kepala berbentuk seperti kepala ular. Pada tulang mata bajak dan langit-langit lebih dari 2 baris gigi kecil dan tidak bertaring. Antara dasar sirip punggung dan linea lateralis terdapat 4 - 5 baris sisik, D 38 - 43, A 23 - 27, Linea lateralis (Lt) 52 - 57. TL = 900 mm. Pada sisi badan mempunyai pita warna berbentuk > mengarah ke depan. Sirip dada lebih pendek dari pada bagian kepala di belakang mata. Umumnya bagian punggung tubuh berwarna gelap dan bagian perut (abdominal) berwarna putih. Sirip ekor berbentuk bundar (rounded) (Saanin, 1986; Pulungan et al., 1986; Kottelat et al., 1993 dan Pulungan 2000).
Klasifikasi ikan berdasarkan Saanin (1986) bahwa ikan gabus tergolong ke dalam filum Chordata, sub filum Vertebrata, super kelas Pisces, kelas Teleostei, ordo Labyrinthyci, famili Ophiocephalidae dan genus Ophiocephalus. Akan tetapi Kottelat et al. (1993) mengelompokkan spesies ikan gabus ini ke dalam ordo Perciformes, sub ordo Channoidei, famili Channidae, genus Channa dan spesies Channa striatus.
Beberapa daerah di Riau mengenal jenis ikan gabus ini dengan sebutan sebagai ikan bocek. Sedangkan secara internasional dikenal juga dengan sebutan ikan "snake head" dan "murrel". Penyebaran jenis ikan ini di dunia terdapat di daerah paparan Sunda, pulau Sulawesi, Lesser Sundas, Moluccas, India, Indochina dan China (sebagai hasil introduksi) (Kottelat et al., 1993).
Ikan gabus yang terdapat di rawa-rawa sekitar desa Teratak Buluh dekat aliran sungai Kampar Kanan, Riau pertama kalinya mencapai matang gonad untuk ikan jantan pada ukuran 165 mm dan ikan betina 162 mm (Ahmad et al., 1983). Dengan nilai fekunditas pada ikan yang berukuran 165 - 360 mm berkisar antara 1.190 - 11.307 butir.
Spesies ikan gabus ini terkenal sebagai ikan karnivor yang buas dan juga dikenal sebagai hama pada kolam-kolam ikan penduduk. Hasil pengamatan Januar (1999) bahwa jenis makanan ikan gabus yang terdapat di sekitar sungai Tangun dan rawa-rawa di sekitarnya yang merupakan anak sungai Kampar Kanan adalah berupa anak ikan : betok (Anabas testudineus), selincah/kopar (Belontia hasseltii), sepat rawa (Trichogaster trichopterus), laga (Betta sp.), paweh (Osteochilus hasseltii) dan pantau (Rasbora sp.). Jenis anak ikan yang paling digemari oleh ikan gabus adalah anak ikan dari genus Rasbora.
Bahan bacaan
Ahmad, M; C.P.Pulungan; R. Hamidy dan Pardinan (1984). Biologi ikan gabus, Ophiocephalus
striatus Bl) lingkungan rawa-rawa di sekitar Pekanbaru. Pusat Penelitian Universitas Riau,
Pekanbaru.
Januar, A.S. 1999. Studi komperatif hubungan panjang ikan genus Channa dengan panjang mangsanya di sungai Tangun, Kodya Pekanbaru, Riau. Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Riau, Pekanbaru.
Kottelat, M.; A.J. Whitten, N.S. Kartika sari dan S. Wiroajmodjo. 1993.Ikan air tawar di perair
an Indonesia bagian Barat dan Sulawesi. Pereplius Eds (Hk) Ltd kerjasama dengan proyek
EMDI, kantor menteri negara Kependudukan dan lingkungan hidup R.I. Jakarta.
Pulungan, C.P., Pardinan; A. Sianturi, M. Siagian, I. Lukystiowati dan A.A. Siregar. 1986.
Diskripsi Ikan-ikan di hulu sungai Kampar Kanan, Riau. Puslit Univ. Riau, Pekanbaru.
Pulungan,C.P. 2000. Diskripsi ikan-ikan air tawar dari waduk PLTA Koto Panjang, Riau.
Lemlit Univ Riau, Peklanbaru.
Saanin, H, 1986 Taksonomi dan kunci identifikasi ikan. Binacipta jakarta

Minggu, 13 Juli 2008

BIOLOGI IKAN MOTAN (Thynnichthys polylepis) DARI WADUK PLTA KOTO PANJANG RIAU

Ikan motan merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomi di daerah Riau. Hanya saja har ga jualnya ke pedagang ikan pengumpul ataupun di pasar ikan tidak semahal harga ikan selais (Cryptopterus sp.)dan baung (Mystus nemurus). Semua ikan motan yang diperdagangkan di pasar ikan di kota maupun di pasar desa pada hari-hari tertentu adalah merupakan hasil tangka pan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring (gill-net).
Berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Saanin (1986) dan Kottelat et al. (1993), ikan motan ini tergolong ke dalam famili Cyprinidae dan genus Thynnichthys. Spesies ikan yang ter masuk ke dalam genus Thynnichthys yang terdapat di Indonesia ada 3 spesies yaitu : Thynnich thys polylepis; T. thynnoides dan T. vaillanti. Ketiga spesies ini semuanya dapat dijumpai di per airan tawar di Riau dan semua spesies ikan itu oleh masyarakat di kabupaten Kampar dikenal de ngan nama ikan motan.
Diantara ketiga spesies ikan motan ini yang ukuran tubuhnya paling besar dan paling banyak diperdagangkan di pasar ikan maupun di pasar desa adalah spesies T. polylepis. Bahkan saat ini ikan T. polylepis yang terdapat di waduk PLTA Koto Panjang, Riau merupakan spesies ikan air tawar yang paling dominan jika dibandingkan dengan 50 spesies ikan air tawar lainnya yang ada di waduk. Biasanya jumlah ikan motan yang tertangkap oleh jaring nelayan mencapai 60 - 75 % dari seluruh ikan yang tertangkap, baik itu hasil tangkapan jaring yang dioperasikan pada siang hari maupun pada malam hari.
Ikan motan dari spesies T. polylepis ini memiliki tubuh berbentuk hampir stream line, kepala meruncing, posisi mulut terminal, mulut bersifat protractil, tubuh ditutupi oleh sisik-sisik kecil putih yang umumnya berbentuk cycloid, sirip ekor berbentuk bercagak (forked), permulaan dasar sirip dada dekat ujung bagian belakang (posterior) tutup insang (operculum). Panjang total tubuh bisa mencapai 225 mm, jumlah sisik linea lateralis 65 b- 75.
Jenis ikan motan ini di daerah Riau dapat dijumpai di perairan waduk PLTA Koto Panjang, sungai Kampar Kanan dan sungai Rokan. Sedangkan penyebarannya di Indonesia dapat dijum pai selain di pulau Sumatera juga terdapat di pulau Kalimantan.
Menurut imformasi dari penduduk yang bermukim di sekitar waduk, bahwa setiap musim hujan di bulan Oktober ikan motan ini migrasi (ruaya) pemijahan secara massal dari waduk menuju ke vegetasi air di sekitar waduk. Terutama di sekitar daerah genangan waduk yaitu daerah yang di waktu musim kemarau menjadi daerah tempat pengem balaan sapi/kerbau penduduk, akan tetapi di musim hujan tergenang oleh limpahan air waduk.
Berdasarkan jenis makanan yang dimakan maka ikan motan ini tergolong sebagai ikan "plankton feeder" dengan jenis makanan berupa Cyanophyceae, Chlorophyceae, Chrysso phyceae, Phyruphyceae dan sebagian kecil diantaranya adalah berupa zooplanktron. Jenis fito plankton yang sangat dominan menjadi makanannya adalah dari genus Ankistrodesmus, Syne dra, Closterium dan Oscillatoria.
Nilai fekunditas ikan yang terdapat di waduk dengan ukuran panjang tubuh 142 - 225 mm mencapai 8.501 - 133.324 butir.
Sumber Bacaan
Kottelat M., A.J. Whitten, N.S. Kartika dan S. Wiroatmodjo. 1993. Ikan air tawar di perairan
Indonesia bagian barat dan Sulawesi. Periplius Edition (HK) Ltd kerjasama dengan proyek
EMDI kantor kementrian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, R.I. Jakarta.
Pulungan, C.P. 2000. Diskripsi ikan-ikan air tawar di waduk PLTA Koto Panjang, Riau. Lemlit
Univ. Riau, Pekanbaru.
Pulungan, C.P. dan Y.I. Siregar. 2002. Gut content Analysis of Cyprinid fish "motan" (Thynnich
thys polylepis) in Koto Panjang Water Electric Plant )PLTA) Reservoir, Riau. Berkala Perikan
an Terubuk 29 (2) : 20 - 22.
Pulungan, C.P. 2004. Biologi reproduksi ikan motan (Thynnichthys polylepis) di waduk PLTA
Koto Panjang, Kab. Kampar, Riau. Berkala Perikanan Terubuk 31 (1) : 36 - 40.
Saanin, H. 1986. Taksaonomi dan kunci identifikasi ikan. Binacipta ,Jakarta.